Hello.

(PT.SELA)PT.Samudra Energi Lestari Alam, agen resmi bbm solar industri yang berdomisili di kota Jambi.JL.Lingkar Selatan RT.24 Kel.Paal Merah Lama, Jambi Selatan, Kota Jambi, Telepon/FAX : (0741) - 5918631.

Ini Syarat Biar RI Bisa Produksi Lampu LED Sendiri

Senin, 13 Oktober 2014


Ini Syarat Biar RI Bisa Produksi Lampu LED Sendiri

  • Bauksit
(Foto: Conduit Group)
Jakarta - Indonesia bisa memproduksi lampu Light Emitting Diode (LED), jika produksi mineral jenis bauksit dimurnikan di dalam negeri.

Direktur Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), R. Sukhyar mengatakan, sejak 1938 Indonesia mengekspor bauksit  ke Jepang. Di negara tersebut, bauksit dari Indonesia dimurnikan menjadi galium.

Galium tersebut merupakan bahan baku lampu LED. Jika bauksit bisa dimurnikan di dalam negeri, maka Indonesia tidak perlu lagi impor lampu yang dikembangkan oleh tiga warga Jepang sehingga meraih Nobel dari Royal Swedish Academy of Sciences.

"Di sana bauksit diekstrak dan jadilah lampu LED. Dengan hilirisasi, kita bisa buat LED sendiri," kata Sukhyar, seperti yang dikutip di Jakarta, Minggu, (12/10/2014).

Ia melanjutkan, pemurnian mineral memberikan banyak manfaat bagi Indonesia selain nilai tambah. Contohnya untuk bauksit tersebut, selain memberikan tambahan pendapatan bagi negara karena memberikan nilai tambah dari hasil tambang, produksi lampu LED juga bisa menghemat penggunaan energi.

"Disitulah pentingnya hilirisasi. Jadi tahu manfaat apa yang diurai. LED itu 100 kali lebih lama dari lampu pijar," tuturnya.



Sumber: Liputan6

Pertamina EP Berhasil Hentikan Semburan Lumpur di Field Jambi


Pertamina EP Berhasil Hentikan Semburan Lumpur di Field Jambi

  • pertamina-ep--121122c.jpg
Jakarta - PT Pertamina EP Field Jambi berhasil menutup semburan lumpur yang terjadi di Desa Muaro Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi.

Pjs Public Relation Manager PT Pertamina EP, Agustinus mengatakan, semburan lumpur tersebut berhasil ditutup pada Sabtu, (11/10/2014) sore.

"Sehubungan dengan upaya penanganan air yang keluar di Muaro Jambi, dapat kami sampaikan bahwa
lubang air yg keluar sudah berhasil ditutup Sabtu sore oleh tim dari Pertamina EP Field Jambi," kata Agustinus, di Jakarta, Minggu (12/10/2014).

Agus mengungkapkan, pihaknya terus memastikan semburan lumpur sudah tidak ada. Berdasar hasil pantauan sampai malam tadi sudah tidak ada lagi air yang keluar dari lubang tersebut.

Sebelumnya, Pertamina EP langsung mengambil tindakan sesaat setelah menerima laporan adanya kejadian semburan lumpur di Desa Muaro Pijoan tersebut, dengan mengecek lokasi semburan dan melakukan investigasi untuk mematikan fakta yang terjadi di lapangan.

“Sejak awal kami terus melakukan cek lokasi kejadian untuk memastikan apakah benar aktifitas lumpur yang keluar tersebut akibat dari seismic atau karena hal lain. Kami juga mengambil sampel dari lumpur dari tempat kejadian” kata Agustinus.

Dari hasil investigasi dan penelitian, semburan lumpur yang keluar tersebut tidak menunjukkan adanya kandungan minyak atau gas.


Sumber: Liputan6

Subsidi Energi 2015 Bisa Buat Bangun 100 Stadion Piala Dunia


Subsidi Energi 2015 Bisa Buat Bangun 100 Stadion Piala Dunia

  • Premium Langka, Pertamax Laris Manis di Solo
Pengelola telah memasang papan pengumuman terkait habisnya stok BBM bersubsidi di jalan masuk area SPBU. (Liputan6.com/Reza Kuncoro)
 Jakarta - Anggaran subsidi energi Indonesia tahun depan mencapai Rp 350 triliun. Jika diilustrasikan untuk menggambarkan besarnya angka subsidi tersebut, dana tersebut bisa untuk membangun 100 stadion sepak bola kelas piala dunia.

kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Tony Prasetiantono mengatakan, subsidi energi khususnya untuk bahan bakar minyak (BBM) dari tahun ke tahun terus meningkat. 

"2013 itu masih sebesar Rp 200 triliun, kombinasi antara subsidi BBM dan listrik yang sebesar Rp 90 triliun. Tahun ini subsidinya mencapai Rp 246 triliun untuk BBM dan Rp 103 triliun untuk listrik," kata Tony, seperti yang dikutip, di Jakarta, Minggu (12/10/2014)

Sedangkan tahun depan, jika pemerintah tidak mengurangi subsidi BBM dengan menaikan harga BBM bersubsidi, subsidi BBM mencapai Rp 291 triliun. Sementara untuk subsidi listrik mengalami penurunan karena pemerintah sudah mencabut subsidi listrik enam golongan pelanggan.

"Tahun depan subsidi listrik akan turun dari Rp 103 triliun ke Rp 72 triliun, subsidi BBM naik dari Rp 246 ke 291 triliun kalau pemerintah tidak menaikan harga," ungkapnya.

Jika dijumlah, subsidi energi untuk tahun depan mencapai Rp 350 triliun. Untuk menggambarkan besarnya jumlah subsidi tersebut, Tony membandingkan dengan dana yang digunakan untuk membangun stadion sepak bola skala piala dunia.

Menurutnya, dengan dana itu Indonesia bisa membangun stadion berkelas piala dunia seperti Brasil sebanyak 100 stadion. Pasalnya, untuk membangun 12 stadion yang digunakan untuk piala dunia pada Juli lalu Brasil mengeluarkan dana US$ 3,5 triliun atau sekitar Rp 40 triliun.

"Saya membadingkan Rp 350 triliun itu dengan apa, ini gambar stadion di Brasil ketika mengadakan piala dunia Juli, 12 stadiom ongkosnya Rp3,5 miliar dolar," tuturnya.

Tony menambahkan, anggaran subsidi energi Rp 350 triliun tersebut berati bisa membiayai pembangunan 100 stadion dengan kelas yang sama dengan stadion yang digunakan untuk piala dunia kemarin. 


sumber:Liputan6

Produksi Batu Bara Tembus 310 Juta Ton Hingga Kuartal III


Produksi Batu Bara Tembus 310 Juta Ton Hingga Kuartal III

Batu Bara

(FOTO:Antara)
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat produksi batu bara Indonesia  mencapai 310,84 juta ton hingga kuartal III 2014.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, Bambang Tjahjono mengatakan, sebagian besar batu bara tersebut diekspor sebesar 234,76 juta ton. "Rinciannya untuk domestik 75,19 juta ton," kata Bambang, di Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Bambang menambahkan, Harga Batubara Acuan (HBA) Indonesia untuk  Oktober 2014 mencapai  US$ 67,26 per ton dengan pembayaran di kapal atau Free On Board (FOB) Vessel. Adapun kualitas batu baranya berada di kisaran 6.322 GAR.

Produksi batu bara diperkirakan sekitar 400 juta ton pada 2014, dari produksi tersebut 90 juta akan diperuntukkan memenuhi kebutuhan domestik dan 310 juta ton untuk ekspor.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), R. Sukhyar menuturkan produksi batu baraIndonesia mencapai 280 juta ton hingga Agustus 2014.

"Rencananya 400 juta ton. Batas atas 420 juta batas bawah 390 juta. Prediksi kita 400. 280 itu 2/3 dari satu tahun," pungkasnya.



Sumber :Liputan6

Berantas Mafia Migas, Jokowi Jangan Salah Pilih Aparat


Berantas Mafia Migas, Jokowi Jangan Salah Pilih Aparat

jokowi-jk

 Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla diharapkan bisa memilih pemimpin aparat penegak hukum yang kredibel sebagai upayanya merealisasikan tekad memberantas mafia migas.

Guru Besar Univeristas Gajah Mada Bambang Sudibyo mengaku optimis pemerintah Jokowi bisa menumpas mafia migas yang saat ini ramai diperbincangkan.

"Saya optimis selalu ada jalan, asal benar, Tuhan berpihak pada yang benar. Kalau Pak Jokowi konsisten tuhan bersama kita," kata Bambang pada acara Indonesia Kenowledge Forum III 2014, di Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Menurut dia, untuk memberantas mafia migas, Jokowi dan JK harus tepat memilih pemimpin penegak hukum. Salah satunya dengan berhati-hati memilih aparat yang kebal terhadap aksi korupsi.
"Memperkuat KPK dukung dengan jaringan luas memilih Jaksa Agung baru kredibel, ketiga milih Kapolri kredibel, yang tidak memiliki rekening gendut.  Kalau itu dilakukan memberikan sinyal Jokowi JK on the right track didukung Tuhan siapapun akan kalah kalau didukung Tuhan. Berani menegakan kebenaran," papar dia.

Bambang menyebut bila Jokowi berani memberantas mafia migas akan memberikan dampak positif pada kepercayaan pelaku pasar, sehingga akan mempengaruhi iklim perekonomian Indonesia. "Segera bernatas mafia migas, pasar akan yakin dengan itu," pungkasnya.


sumber:Liputan6

Pemerintah Resmikan Pembangunan Tiga Proyek Koridor Sumatera


Pemerintah Resmikan Pembangunan Tiga Proyek Koridor Sumatera

Pemerintah Resmikan Pembangunan Tiga Proyek  Koridor Sumatera

Pencanangan proyek MP3EI koridor Sumatera dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung.
Deli Serdang - Pemerintah secara resmi mencanangkan tiga mega proyek infrastruktur dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk koridor Sumatra. Pencanangan tersebut dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung.
Adapun tiga proyek yang dicanangkan adalah Tol Trans Sumatra, pembangunan transmisi listrik 500 kilo volt (kv) dan proyek transmisi HVDC interkoneksi Sumatra-Jawa.
"‎Dengan tiga proyek yang luar biasa ini kecdepan perkembangan ekonomi di Sumatra akan meningkat puluhan kali," kata dia di Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (10/10/2014).
Adapun dalam pembangunan proyek Tol Trans Sumatra ini pemerintah telah mengeluarkan perpres mengenai penunjukan PT Hutama Karya (Persero) sebagai perusahaan BUMN konstruksi sebagai pengembang untuk tahap pertama sepanjang 304 kilometer (km).
"Saya pesan kepada Hutama Karya kalau bisa lebih baik itu dua tahun untuk dikerjakan awal yaitu ruas Medan-Binjai dan ‎Palembang-Simpang Indralaya," tegas dia.
Sementara mengenai pembangunan transmisi listrik 500 kv, nantinya akan menjadi satu sarana untuk meratakan listrik di wilayah Sumatra terutama di Sumatra Utara yang sampai saat ini masih krisis listrik.
‎Dengan kemampuan transmisi listrik sebesar tersebut nantinya akan setara dengan jaringan listrik di Jawa dan Bali yang mampu menghubungkan seluruh pembangkit di Sumatra ke beberapa wilayah di daerah-daerah terpencil.
Sedangkan dalam hal pembangunan proyek transmisi HVDC interkoneksi Sumatra-Jawa‎ hingga saat ini sebenarnya sudah mulai dikerjakan untuk tahap pertama oleh PT PLN (Persero).
Dengan demikian, nanti akan terdapat jaringan listrik Bali-Jawa-Sumatra."‎Listrik menjadi penting sebagai pembangunan ekonomi mmelalui soal energi, Pak Gubernur tadi mengeluh soal listrik, insyaallah itu akan segera teratasi," pungkas CT.



sumber:Liputan6

Jokowi Diminta Perbaiki Tata Kelola Migas


Jokowi Diminta Perbaiki Tata Kelola Migas

Semester I 2014 Realisasi Produksi Minyak Nasional 796,5 MBOPD

Aktivitas rutin pekerja anjungan lepas pantai PAPA, Flowstation Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di Karawang, Jabar, (28/7/2014). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
 Jakarta - Indonesia saat ini dinilai tengah menghadapi masalah memprihatinkan pada sektor energi. Kedaulatan energi Indonesia sedang sekarat, dan berpotensi membuat negara ini masuk dalam momen darurat energi. 

Permasalahan pada sektor migas juga diperberat Undang Undang (UU) No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang memberikan kemudahan bagi asing untuk mengelola migas di Indonesia.

Adapula UU No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal Asing, yang menyebutkan bahwa sektor migas dan pertambangan boleh dikuasai korporasi asing hingga mencapai 95%. UU ini dinilai sangat liberal. 

Direktur Energi Watch, Ferdinan Hutahayan, menilai gerak PT Pertamina (persero) sebagai penanggung jawab penuh bagi pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia menjadi terbatasi karena Undang- undang tersebut. Di mana BUMN ini kesulitan membuat kilang-kilang baru di dalam negeri.
Data Direktorat Jenderal migas pada 2012 menunjukan 74 persen kegiatan usaha hulu atau pengeboran migas dikuasai perusahaan asing.

Disisi Lain Ia berharap para pejabat yang duduk di Pertamina, Kementerian ESDM, hingga BUMN, bebas dari campur tangan asing. 
"Keterlibatan pihak asing ini semakin diperkuat oleh mafia-mafia migas dalam negeri yang telah berkomitmen untuk terus mengkhianati negara," ujar dia di Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Akibat aksi mafia migas ini, negara dikatakan rugi ribuan triliun setiap tahun. Dia pun meminta pemerintahan Jokowi-JK  membersihkan keterlibatan mafia dan antek asing dalam pengelolaan migas nasional.

Erwin Djamaluddin, Ketua BEM (Badan Ekesekutif Mahasiswa)  Poltek Negeri Jakarta (PNJ) menambahkan bahwa energi adalah salah satu kunci utama kemajuan sebuah negara.
Energi dapat menggerakan industri, ekonomi dan menanggung hajat hidup orang banyak. Sehingga pejabat harus berpihak pada kepentingan bangsa negara. 
 
Pemerintahan Jokowi haru mengembalikan kedaulatan dan kemandirian Energi Nasional melalui perbaikan sistem tata kelola migas.
"Berantas mafia migas dan kaki tangan asing dalam pengelolaan dan penguasaan sumber energy nasional dan kami menolak kenaikan harga BBM," tegasnya.



sumber: Liputan6

Harga Minyak Tumbang Akibat Melimpahnya Stok


Harga Minyak Tumbang Akibat Melimpahnya StokHarga Minyak

(foto:xinhua)
New York - Harga minyak mentah tergelincir pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) karena pasar khawatir pasokan global akan melampaui permintaan.
Dilansir dari Xinhua, Jumat (10/10/2014), minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2014 turun US$ 1,54 menjadi US$ 85,77 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman November merosot US$ 1,33 menjadi US$  90,05 per barel.
Data Administrasi Informasi Energi (EIA), stok minyak mentah bertambah lima juta barel menjadi 361,7 juta barel pada pekan lalu. Angka ini lebih dari ekspektasi pasar yang memprediksi meningkat dua juta barel.
Teknologi dan harga tinggi membuka pengeboran sumber daya baru minyak di Amerika Utara. Produksi minyak AS naik ke level tertinggi sejak Maret 1986.
Pasokan minyak mentah dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga naik pada September. Arab Saudi, eksportir minyak mentah utama, memotong harga patokan minyak mentah untuk pelanggan Asia pekan lalu.
Pedagang khawatir permintaan melambat tidak bisa mengejar ketinggalan dengan pasokan global meningkat.
Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk 2014 dan 2015. Dalam prospek ekonomi yang diperbarui, IMF memperkirakan ekonomi global untuk tumbuh 3,3 persen pada 2014 dan 3,8 persen pada tahun depan.



sumber: Liputan6

Cari Minyak di Aljazair, Pertamina Pakai Alat Bor Buatan RI


Cari Minyak di Aljazair, Pertamina Pakai Alat Bor Buatan RI

Ilustrasi Perusahaan Minyak dan Gas Pertamina (2)

Ilustrasi Perusahaan Minyak dan Gas Pertamina
 Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) segera mengoperasikan alat bor (rig) baru yang diberi nama ‘PDSI#43.3/AB1500-E’ untuk mendukung kegiatan operasi pemboran di Aljazair.

Direktur Hulu Pertamina Muhamad Husen mengatakan, rig senilai US$26,6 juta tersebut diproduksi di Yard PT Citra Tubindo Engineering (CTE).

"Pembangunan rig di dalam negeri ini merupakan bentuk nyata kontribusi Pertamina dalam membangun kapabilitas industri migas nasional," kata Husen, di Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Rig PDSI#43.3/AB1500-E, merupakan pesanan rig ketiga perusahaan kepada CTE yang sebelumnya telah memproduksi dua rig sejenis yang saat ini sedang dioperasikan di Blok Cepu. Untuk rig ketiga ini, katanya, akan dioperasikan PDSI di Blok 405a di Aljazair, yang dioperatori pertamina.

"Kami sangat bangga menggunakan hasil produk dalam negeri, apalagi selain biaya yang efisien, kinerjanya juga sangat memuaskan sebagaimana telah ditunjukkan di Blok Cepu. Ini menjadi modal besar Pertamina membawa rig hasil produk dalam negeri untuk dioperasikan di Aljazair," ungkap Husen.

Rig ‘PDSI#43.3/AB1500-E’ mulai dikerjakan pada kuartal pertama 2014 dengan biaya kontrak sekitar US$26,6 juta. Saat ini, rig yang spesifikasinya telah disesuaikan dengan kondisi alam lapangan migas diAljazair tersebut telah mencapai kemajuan sekitar 90 persen dan diperkirakan tuntas pada Oktober 2014.

Rig berkapasitas 1500 hp tersebut, pembangunan struktur, instalasi, integrasi dan commissioning-nya, seluruhnya dikerjakan tangan-tangan terampil anak Bangsa Indonesia yang tergabung dalam PT Citra Tubindo Engineering, Batam.

"Dengan munculnya perusahaan-perusahaan potensial seperti CTE, Pertamina semakin memantapkan tekad untuk bisa menjadi lokomotif Indonesia Incorporated di wilayah operasinya di luar negeri," pungkasnya. 


sumber: Liputan6

Ketersediaan Listrik RI Masih Kalah dari Vietnam

Sabtu, 11 Oktober 2014


Ketersediaan Listrik RI Masih Kalah dari Vietnam

Tingkat Kebutuhan Naik, PLN Tambah Sambungan Baru
Seiring meningkatnya kebutuhan listrik, Perusahaan Listrik Negara (PLN) menambah pemasangan baru sebesar 6600 Kwh di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, (7/8/2014). (Liputan6.com/Panji Diksana)
Jakarta - Dewan Energi Nasional (DEN) menyatakan kapasitas listrik Indonesia per kapita masih rendah di antara negara-negara ASEAN, tepatnya berada di urutan kelima di bawah Vietnam.

Anggota DEN Tumiran mengatakan, kapasitas listrik Indonesia berkisar 0,2 kilo watt (kw) per kapita. Padahal jika ingin menjadi negara industri idealnya mencapai 0,7 kw sampai 1 kw per kapita.

"Di ASEAN kw per kapita kita nomor lima setelah Vietnam.  Malaysia 0,9 kw, Singapura 2,7 kw," kata Tumiran di Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Menurut dia, rendahnya kapasitas listrik per kapita ini menempatkan Indonesia berada di posisi kelima, di bawah Vietnam.

Tumiran mengaku DEN sendiri memiliki acuan jika Indonesia harus memiliki kapasitas listrik 125 giga watt (gw) di 2050. Itu artinya, negara ini harus mengejar pasokan listrik hingga 7,5 gw per tahun.

"Yang dimiliki Indonesia sekitar 50 GW, setap tahun kita harus harus menambah  7,5 giga harus dibangun dalam setahun," pungkasnya. 



Sumber:Liputan6


Demi Duit, RI Asyik Jualan Energi ke Luar Negeri

  • Harga Minyak Naik Dipicu Aksi Beli Pelaku Pasar
Harga minyak menguat didorong aksi pelaku pasar setelah harga minyak melemah tajam pada pekan lalu.
Jakarta - Saat ini negara lain sedang berlomba-lomba mengimpor sumber energi untuk menjaga ketahanan energi. Berbeda, Indonesia masih justru masih terus-menerus mengekspor energi hanya demi mengejar pendapatan negara.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Tumiran mengatakan, Indonesia terus-menrus melakukan ekspor energi meskipun saat ini sumber energi yang didapat dari perut bumi tersebut sudah menciut jumlahnya.

"Cadangan gas Indonesia sekarang hanya 2,6 persen dari cadangan di seluruh dunia tapi Indonesi masih menjaid eksportir terbesar ke delapan di dunia. Untuk batu bara Indonesia jadi eksportir terbesar di dunia," katanya dalam sebuah seminar, di Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Tumiran melanjutkan, apa yang dilakukan oleh pemerintah terkait kebijakan energi tersebut patut disayangkan. Pasalnya, saat negara lain menjadi importir energi untuk ketahanan energi, Indonesia justru melakukan ekspor hanya demi pemasukan negara.

"Di Asia, Indonesia negara pengekspor. Lihat negara lain tidak ada ekspor energi, China, Jepang mereka impor energi," tuturnya.

Jepang telah menimbun gas alam cair atau Liquid Natural Gas (LNG) yang berasal dari Indonesia di dalam sebuah bukit, hal tersebut bertujuan agar ketahanan energi Jepang tetap terjaga meski negara tersebut sebenarnya tidak memiliki sumber energi gas.

"Artinya dia punya energy security, artinya dalam satu tahun tidak dapat pasokan energi dia bisa bertahan," tutupnya.


Sumber:Liputan6

Begini Cara Jepang Jaga Ketahanan Energi

Kamis, 09 Oktober 2014


Begini Cara Jepang Jaga Ketahanan EnergiPemerintah Incar Rp 6,2 Triliun dari Kenaikan Harga LNG Tangguh

Pemerintah sudah mengirim tim renegosiasi harga gas tangguh.
 Jakarta - Dewan Energi Nasional (DEN) menyatakan,Jepang telah membuat penampungan gas di bawah bukit untuk memperkuat cadangan energinya. Hal ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Indonesia.

Anggota DEN, Tumiran mengungkapkan, pasokan gas alam cair (Liquid Natural Gas /LNG) yang disimpan tersebut berasal dari Indonesia.

"Saya pernah ke Jepang, ada tunel di bawah bukit panjang untuk mengisi dia beli LNG indonesia dia simpan di dalam tanah," kata Tumiran, di Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Tumiran menambahkan, hal tersebut dilakukan Jepang untuk menjaga ketahanan energi. Sehingga, jika tidak mendapat pasokan sumber energi negeri matahari terbit ini bisa bertahan sampai setahun.

"Artinya dia punya energy security artinya dalam satu tahun tidak dapat pasokan energi dia bisa bertahan," ungkapnya.

Bagaimana dengan ketahanan energi Indonesia? Menurut Tumiran,ketahanan energi Indonesia saat ini masih tertatih. Pasalnya cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia saat ini hanya 20 hari, sehingga sangat rentan jika terjadi gangguan.

"Jadi kita sekarang belum punya cadangan penyangga dan strategis, yang ada cadangan operasional 20 hari," pungkasnya.


Sumber: Liputan6

9 PLTU Mulai Beroperasi


9 PLTU Mulai Beroperasi

  • PLTU Tarahan
(foto: PLN)
, Jakarta - Sembilan proyek Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang sebagian besar tercantum dalam program percepatan ketenagalistrikan atau Fast Track Program (FTP) tahap I berkapasitas total 2.093 Mega Watt (MW) telah diresmikan.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Ad Intrim), Chairul Tanjung mengatakan, penambahan kapasitas listrik dari pembangkit baru dalamfast track program tahap I tersebut akan mendorong investasi masuk ke berbagai wilayah.

"Saya berharap sekarang listrik harus menjadi daya tarik investasi. Untuk itu, diperlukan kapasitas listrik yang besar dan kita perlu banyak pembangkit yang baru," kata Chairul, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Proyek-proyek PLTU tersebut, kecuali PLTU Mataram, termasuk dalam proyek percepatan pembangunan pembangkit tahap I 10.000 MW yang tersebar di berbagai wilayah.

Proyek-proyek ini dibangun untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik dan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang mahal. 

Hingga saat ini status proyek pembangkit FTP 1 yang telah beroperasi mencapai 73 persen dan sisanya akan terus diselesaikan.

Pemerintah juga telah mencanangkan FTP tahap 2 dengan total kapasitas sebesar 17.918 MW yang sebagian akan menggunakan bahan bakar energi terbarukan. 

Proyek-proyek FTP tahap 2 dibangun oleh PLN dan juga swasta dalam rangka mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik dan meningkatkan angka rasio elektrifikasi.

Berikut rincian 9 PLTU yang akan diresmikan Menko Perekonomian di Bojonegoro :
1. PLTU Nagan Raya Unit 1 dan 2 (2 x 110 MW)di Aceh
PLTU Nagan Raya terletak di Desa Suak Puntong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Selain meningkatkan pasokan listrik di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, PLTU Nagan Raya berpotensi menghemat BBM sekitar 195 ribu kilo liter atau setara  Rp 1,67 triliun per tahun.

2. PLTU Tanjung Balai Karimun (2 x 7 MW) di Kepulauan Riau
PLTU Tanjung. Balai Karimun terletak di Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. PLTU ini berpotensi menghemat BBM sekitar 24 ribu kilo liter atau setara Rp 212 milyar per tahun.

3. PLTU Teluk Sirih (2 x 112 MW) di Sumatera Barat
PLTU Teluk Sirih terletak di Desa Teluk Sirih, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat. PLTU ini berpotensi menghemat BBM sekitar 397 ribu kilo liter atau setara Rp 3,4 triliun per tahun.

4. PLTU Tarahan Baru #1 (100 MW) di Lampung

PLTU Tarahan Baru terletak di Kecamatan Sebalang, Kabupaten Lampung Selatan. PLTU ini berpotensi menghemat BBM sekitar 177 ribu kilo liter atau setara Rp 1,5 triliun per tahun.

5. PLTU Pelabuhan Ratu (3 x 350 MW) di Jawa Barat

PLTU Pelabuhan Ratu di Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, PLTU ini berkontribusi dalam meningkatkan pasokan listrik di wilayah Jawa Barat bagian Selatan dan sistem Jawa Bali pada umumnya.

6. PLTU Tanjung Awar-Awar 1 (350 MW) di Jawa Timur

PLTU Tanjung Awar-Awar berlokasi di Desa Wadung Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pembangkit ini akan berkontribusi dalam meningkatkan pasokan listrik di Jawa Timur dan sistem Jawa Bali pada umumnya.

7. PLTU Barru (2 x 50 MW) di Sulawesi Selatan

PLTU Barru terletak di Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru. Selain berkontribusi bagi peningkatan pasokan listrik di wilayah Sulawesi Selatan, PLTU seluas 40 ha ini berpotensi menghemat BBM sekitar 177 ribu kilo liter atau setara Rp 1,5 triliun per tahun.

8. PLTU Kendari 1 (10 MW) di Sulawesi Tenggara

PLTU Kendari terletak di Desa Soropia, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. PLTU ini berpotensi menghemat pemakaian BBM sekitar 17 ribu kilo liter atau setara Rp 151 milyar per tahun.

9.  PLTU Mataram 3 (25 MW) di Nusa Tenggara Barat

PLTU Mataram terletak di Desa Kebon Ayu Jeranjang Kecamatan Gerung Kabupaten  Lombok,  Nusa Tenggara Barat. PLTU  ini berpotensi menghemat BBM sekitar 44 ribu kilo liter atau setara Rp 379 milyar per tahun.



Sumber:Liputan6

Stok Tumbuh di Atas Perkiraan, Harga Minyak Melandai


Stok Tumbuh di Atas Perkiraan, Harga Minyak Melandai

  • Kilang Minyak
(Foto: Reuters)
 New York - Harga minyak pada Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta) mengalami penurunan setelah data mingguan persediaan minyak di Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih tinggi dari yang diperkirakan pada pekan lalu. Kenaikan stok tersebut karena impor mengalami kenaikan.

Mengutip dari Wall Street Journal, Kamis (9/10/2014), harga minyak di AS mengalami penurunan sebesar 21 persen dari harga puncak atau harga rekor yang ditorehkan pada September 2013. 

Minyak mentah jenis Lihgts Sweet untuk pengiriman November turun US$ 1,54 atau 1,7 persen ke level US$ 87,31 per barel di New York Mercantile Exchange. Level tersebut merupakan level terendah sejak April 2013.

Sedangkan minyak jenis Brent turun 73 sen atau 0,8 persen menetap di level US$ 91,38 per barel di ICE Futures Europe. Harga tersebut merupakan harga terendah sejak 28 Juni 2012.

Berdasarkan data dari Departemen Energi AS, cadangan minyak mentah AS mengalami kenaikan sebesar 5 juta barel menjadi 361,65 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 3 Oktober.

"Persediaan yang ada menimbulkan kekhawatiran akan pelemahan permintaan," jelas Analis Price Futures Group, Chicago, AS, Phil Flynn. 

Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) menyebutkan hahwa harga minyak rata-rata akan berada di level US$ 89,37 per barel. Mereka tidak akan menurunkan harga meskipun persediaan melimpah. 


umber:Liputan6

Dua Klasifikasi Mafia Menurut Ahli Geologi


Dua Klasifikasi Mafia Menurut Ahli Geologi

  • Ilustrasi Kasus Korupsi migas
(Ilustrasi)
 Jakarta - Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menyebutkan ada dua klasifikasi mafia minyak dan gas (migas) dan mafia tambang yang saat ini sedang ramai diperbincangkan.

Ketua Umum Ikatan Ahli GeoIogi Indonesia (IAGI), Rovicky Dwi Putrohari mengatakan, mafia pertama biasanya melakukan kegiatan kriminal.

"Mafia pertama benar-benar kriminal, nyolong mencuri artinya secara legalpun salah. Contoh mencuri dengan melubangi pipa ada bekinganitu kriminal terogranisir," kata Roficky, di Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Mafia kedua biasanya bermanuver dalam sebuah perusahaan atau badan legal. Mafia tersebut mencari keuntungan dengan bertindak sebagai pihak ketiga.

"Mafia dipahami mencari keuntungan dari transaksi legal melalui perusahaan," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan mafia migas sudah termasuk tindak pidana kriminal, karena itu untuk menjerat mafia harus melibatkan aparat penegak hukum seperti kepolisian, Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

"Mafia sifatnya kriminal, siapa yang bertanggung jawab? Tanggung jawab mafia adalah kepolisian, kejaksaan atau KPK. Jadi utamanya karena masalah kriminal, tanggung jawabnya jangan dialihkan ke non kriminal," pungkasnya.


Sumber:Liputan6

Bangun Pipa Gas Gresem, Pertagas Gelontorkan US$ 515,7 juta


Bangun Pipa Gas Gresem, Pertagas Gelontorkan US$ 515,7 juta

  • Pipa Gas
(FOTO:Antara)
 Jakarta - PT Pertamina Gas (Pertagas) mulai membangun pipa gas Gresik-Semarang (Gresem) sepanjang  271 kilometer (km). Proyek ini  bertujuan untuk menjamin pasokan gas di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.  

Presiden Direktur Pertagas Hendra Jaya mengatakan, pembangunan pipa dengan konsep open access tersebut bertujuan untuk mewujudkan infrastruktur gas terintegrasi di Pulau Jawa. 

"Pipanisasi ini akan melewati empat kabupaten dan kota di Jawa Tengah dan tiga kabupaten di Jawa Timur. Pipanisasi Gresem ini  dimulai darimetering stasiun Gresik Pertagas dan berakhir di Tambak Lorok," kata Hendera di Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Menurut Hendra, pembangunan ruas pipa baru ini menelan biaya US$ 515,7 juta. Proyek tersebut memiliki kapasitas 500 million standard cubic feet per day (MMSCFD).  

Proyek yang pengerjaannya dilakukan oleh Konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor dan PT Kelsri ini memakan waktu 18 bulan dan ditargetkan on stream pada kuartal pertama 2016.

Selain itu, Pertagas  telah mendapat alokasi gas excess dari Jawa Timur yang berasal dari Kangean sebesar 30 MMSCFD di tahun 2016 dan pada 2019 Pertagas juga mendapat suplai gas Cepu Lapangan Tiung Biru dan Cendana sebesar 100 MMSCFD dan potensi gas Cepu lapangan Alas Tua sebesar 110 MMSCFD mulai tahun 2022.

Hendra yakin proses pengerjaan pipa gas Gresem bisa selesai sesuai waktu yang telah direncanakan, dengan sosialisasi kepada pemerintah daerah yang dilewati jalur pipa telah selesai dilaksanakan.

 “Pembangunan proyek ini memiliki arti strategis, tidak saja dalam mendukung program pemerintah  dalam konversi BBM ke gas  untuk bahan bakar industri, juga mewujudkan  infrastruktur  gas yang terintegrasi di Pulau Jawa  sebagai penopang  perekonomian nasional,” pungkasnya.


Sumber:Liputan6

Proyek Tanggul Raksasa Bisa Ancam Pasokan Listrik Jakarta?


Proyek Tanggul Raksasa Bisa Ancam Pasokan Listrik Jakarta?

Ahok: Giant Sea Wall Jakarta Beda Dengan Saemangeum Sea Korsel

Untuk teknik pengerjaan tanggul, Ahok merasa yang paling bisa ditiru untuk ibukota adalah Rotterdam, Belanda.
 Jakarta - Pembangunan Tanggul Raksasa (Giant Sea Wall) di Teluk Jakarta ternyata bersinggungan dengan fasilitas pembangkit yang memasok listrik ke wilayah Jakarta. Bila tak berjalan dengan hati-hati dipastikan proyek ini akan mengganggu pasokan listrik Ibu Kota.

Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi PT PLN (persero) Murtaqi Syamsuddin mengatakan, ada dua fasilitas Pembangkit Listrik Gas Uap (PLTGU) yaitu PLTGU Muara Karang dan Tanjung Priok berkpasitas total 4.000 Mega Watt yang dekat dengan proyek Giant Sea Wall.

Kedua pembangkit tersebut merupakan tulang punggung kelistrikan Jakarta. "Itu tulang punggung pasokan listrik Jakarta," kata Murtaqi, di kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Murtaqi mengungkapkan, kedua pembangkit tersebut sangat bergantung pada pasokan air laut sebagai media pendinginan. Artinya bila proses pendinginan tersebut terganggu akan menimbulkan dampak penurunan kinerja pembangkit.

"Itu yang perlu diperhatikan. Harapannya perencanaan Giant Sea Wall itu bekerjasama dengan PLN . Ini dalam proses," ungkap dia.

Murtaqi menambahkan, pembangunan Tanggul Raksasa Laut untuk mencegah banjir rob tersebut harus dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya akan berakibat fatal jika kinerja kedua pembangit ini terganggu.

"Kalau pembangkit itu, pada DKI kehilangan 4 ribu mw apa gunanya pembangunan kalau tidak punya listrik. Ini perlu hati-hati," tutur dia.

Karena itu, menurut Murtaqi, pembangunan  tersebut harus berkordinasi dengan PLN, agar tidak mengganggu aktifitas pembangkitan.

"Harapannya dala desain dalam pelaksnaanya hati-hati karena itu desainnya kordinasi dengan PLN jangan sampai kedua pembangkit itu terganggu," tutupnya.


Sumber:Liputan6

Di Sektor Tambang, Pemerintah Justru Dukung Asing Dibanding Lokal


Di Sektor Tambang, Pemerintah Justru Dukung Asing Dibanding LokalIlustrasi Tambang Minyak 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Ilustrasi Tambang Minyak 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)
 Jakarta - Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) mengkritisi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ekspor mineral olahan (konsentrat) oleh pemerintah dan dua perusahaan raksasa PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara. Perjanjian ini dianggap melanggar Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba. 

Ketua Umum Apemindo, Poltak Sitanggang menilai pemerintah membunuh para pengusaha lokal dan tunduk pada pemegang Kontrak Karya (KK) dengan melanggar UU Minerba. 

"Kenapa melanggar? karena Izin Usaha Pertambangan (IUP) pengusaha lokal yang berumur 10 tahun kalah dengan investasi besar seperti Freeport dan Newmont," keluhnya dalam Diskusi Kisruh Politik Ancam Investasi Pertambangan dan Program Hilirisasi di Jakarta, Rabu (8/10/2014). 

Menurut dia, UU yang menjadi produk konstitusi dapat terkalahkan dengan selembar surat perjanjian antara pemerintah dengan dua perusahaan tersebut. Ini akan berdampak negatif bagi kepercayaan investor asing terhadap pengusaha lokal. 

"Kepercayaan asing bisa hilang kepada kami, karena mereka menganggap UU saja bisa diganggu lalu bagaimana kalau mereka masuk ke Indonesia. Iklim investasi bisa terganggu, tidak nyaman lagi," sambung Ketua Komite Tetap Mineral Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu. 

Di samping itu, lanjut Poltak, izin ekspor dan Kontrak Karya dalam bentuk MoU mampu mengalahkan UU Minerba dan pemegang KK wajib melakukan pemurnian. Dia menilai, Freeport dan Newmont masih mengekspor mineral mentah. 

"Freeport dan Newmont ekspor raw material, tapi dikemas dengan bahasa konsentrat. Sejak kapan ore sama dengan konsentrat. Ini pembodohan massal, kebohongan publik dan melanggar konstitusi cuma karena alasan negara tidak punya uang," tutur dia.

Dirinya berharap, pemerintah konsentrasi dalam penyusunan regulasi ke depan yang lebih baik dalam pengelolaan industri pertambangan, termasuk menciptakan stabilisasi kondisi ekonomi dan politik di dalam negeri. 

"Kami imbau kepada politisi di Senayan supaya memiliki sense of crisis, sense of belonging terhadap negara ini. Jangan sampai mempertontonkan akrobat politik yang bisa mengganggu investasi pertambangan," tandas Poltak.


Sumber:Liputan6

Kisruh Politik Bikin Investor Tambang Angkat Kaki dari RI



Kisruh Politik Bikin Investor Tambang Angkat Kaki dari RI

tambang

Jakarta - Pertarungan politik di kursi parlemen dalam beberapa hari terakhir ini telah menimbulkan kekacauan investasi di Indonesia. Investor ramai-ramai menyingkirkan modalnya hingga triliunan rupiah dari negara ini, termasuk di sektor pertambangan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo), Poltak Sitanggang mengungkapkan, pihaknya terpaksa menunda hajatan akbar konsolidasi pengusaha tambang dan mineral di Bali yang direncanakan 13-14 Oktober 2014 karena gejolak politik di Tanah Air.

"Kami sudah persiapkan acara tersebut, tapi kami tunda. Karena saat persiapan, negara juga punya agenda pelantikan anggota DPR, pemilihan Ketua DPR dan MPR dan ternyata dalam proses itu kami mendapatkan berita sedih," keluh dia saat ditemui di Diskusi Kisruh Politik Ancam Investasi Pertambangan dan Program Hilirisasi di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Lebih jauh Poltak mengatakan, pelaku usaha pertambangan berusaha bangkit dari perlambatan ekonomi dunia saat ini dengan menciptakan investasi baru guna membuka lapangan kerja. Namun di saat niat ini berjalan mulus, pelaku usaha justru harus menyaksikan akrobat politik yang menarik perhatian dari kalangan internasional.

"Akrobat politik yang dipertontonkan menarik perhatian lembaga keuangan, pengusaha dari dalam dan luar negeri sehingga menunda dan menarik investasinya dari Indonesia. Ini sangat menyedihkan," terang Ketua Komite Tetap Mineral Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu.

Lanjutnya, sejak aturan larangan ekspor mineral mentah terbit, sedikitnya sudah menelan tiga juta pengangguran yang semula bekerja sebagai karyawan tambang.

"Kami mau bangun lagi menciptakan lapangan kerja, tapi justru terganggu aktivitas politik yang tidak menguntungkan," tegas Poltak. 

Sementara Direktur Eksekutif Institute Public Institute (IPI) sekaligus Analis Politik di Indo Survey and Strategy (ISS) Karyono Wibowo mengaku, dalam panggung politik parlemen, kubu Koalisi Merah Putih (KMP) menunjukkan arogansi politik. Ini memberikan persepsi negatif bagi kalangan dunia usaha.

"Kegaduhan politik memicu sentimen negatif ke pasar. Paska pemilihan Ketua DPR saja, dana asing yang lari dari Indonesia mencapai Rp 1,4 triliun," ujarnya.

Dijelaskan dia, pelaku pasar sangat optimistis terhadap terpilihnya Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019 dengan borong pembelian bersih dari investor asing mencapai Rp 57,26 triliun.

Namun mendadak berbalik arah paska pemilihan Ketua DPR. Aksi jual investor asing secara kumulatif tercatat Rp 46,59 triliun sejak UU Pilkada ditetapkan. "Kisruh politik berkepanjangan di parlemen memicu ketidakpercayaan investor dan dunia usaha untuk menanamkan modalnya di Indonesia," pungkas Karyono.


Sumber: Liputan6

 
Agen Resmi BBM Solar Industri © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting , Forum Jual Beli and Business Solutions